Tuesday, September 22, 2015

Life Is A Mystery

07.40 berangkat ke kantor
16.15 berangkat dari kantor
17.20 tiba di kampus
23.00 akhirnya tiba di rumah

23.00 - 00.00 sesi kontemplasi malam

Sometimes it is funny to see how life unfold its mysteries. 

Sekitar 4 tahun lalu, merasa paling yakin dengan passion yang ingin dikejar. Akuntansi, katanya.
8 semester kemudian, sedang berjuang memperoleh sertifikasi. Di bidang online marketing, khususnya search engine marketing. Bukan akuntansi. 
Haha. Kocak.
Butuh 8 semester untuk menyadari bahwa akuntansi bukanlah passion yang ingin dikejar. Haha. Butuh 9 kali bayar kuliah untuk menyadarinya.
Haha. Kocak.

SMA, kerjaannya mencari identitas diri.
Kuliah, berusaha memastikan identitas diri.
Merasa sudah sangat yakin dengan identitas diri yang dibentuk selama 4 tahun.
Hanya untuk tiba-tiba menyadari bahwa telah masuk tahap baru dalam pencarian identitas.
Haha. Kocak.

Life is indeed a mystery.

Kuncinya? 
Tawakkal.
Bismillah.

I'm looking forward to see you, Tomorrow :)

[Belajar Bersyukur]

Entah harus malu, segan, atau kagum.

Tebet-Senopati-Depok-Tebet.
07.00 - 23.00.

Belum genap seminggu punya rutinitas baru seperti itu. 
Sudah terlintas rasa lelah, telah teruntai langkah yang melemah. 
Katanya, rasa letih telah menyerang badan.

Katanya, ada beban ekspektasi di kantor. 
Katanya, masih ada juga tanggung jawab organisasi. 
Katanya, belum lagi skripsi yang masih menanti penyelesaiannya.

Entah harus malu, segan, atau kagum.

Lantas terhenyak dengan sosok pemimpin keluarga yang melintas di pikiran.
Entah belasan hingga puluhan tahun menjalani rutinitas yang serupa.
Berangkat pagi, pulang pagi, belum lagi jika ternyata harus tidak pulang.
Beban ekspektasi di kantor bahkan sama sekali tidak seberapa.
Apabila dibandingkan dengan beban menafkahi anggota keluarga yang menjadi tanggungannya.
Bukan hidup sekedar hidup, tapi anggota keluarga dapat hidup berkecukupan yang jadi harapannya.

Entah harus malu, segan, atau kagum.

Jika membayangkan beratnya beban yang harus ditanggung olehnya.
Jika memikirkan "balasan" apa yang selama ini mampu saya berikan.
Entahlah, tak terpikirkan "kekuatan"apa yang selama ini mampu menjaga semangatnya.
Belum lagi jika melihat para "working mother" dengan segala kewajibannya.
Belum pula jika melihat para "single parent " dengan segala keterbatasannya.

Entah harus malu, segan, atau kagum.

Mungkin, ini saatnya belajar "menunjukkan" rasa terima kasih.
Mungkin, ini saatnya belajar bersyukur.

As when things could've been better, it could've been worse

Ketenangan Hati

Ketika hati teramat jauh dari ketenangan dan akal telah kehabisan cara untuk menenangkannya.

Maka bersyukurlah bahwa ada Allah, sebaik-baiknya perencana, Sang Maha-Merencanakan.

Dan bersyukurlah bahwa masih dikaruniai kemampuan untuk mengingat Allah.

Monday, September 21, 2015

Hidup itu,


Kejarlah kesempurnaan. Karena kamu sepenuhnya mengetahui bahwa manusia adalah tempatnya kesalahan. Karena kamu pun sepenuhnya mengetahui bahwa manusia tidak akan pernah mencapai kesempurnaan. Maka, ketahuilah dengan sepenuhnya, atas hal itu pula, bahwa kita akan selalu memiliki ruang untuk memperbaiki dan meningkatkan diri. Maka perbaikilah. Maka tingkatkanlah. Kejarlah kesempurnaan.

Jadikan hidup ini menyenangkan. Karena kamu sepenuhnya mengetahui bahwa berbagai tantangan maupun rintangan akan selalu menyertai hidupmu. Maka tak perlu lagi kamu tambahkan kesulitan hidup kamu dengan segala keluhan yang mungkin kamu keluarkan. Maka tersenyumlah. Jadikan hidup ini menyenangkan.

Maka bersyukurlah. Sebagaimana kamu sepenuhnya mengetahui bahwa berbagai tantangan maupun rintangan akan selalu menyertai hidupmu, maka ketahuilah dengan sepenuhnya, betapa banyak anugerah dan karunia yang telah dan akan selalu menyertai hidupmu. Sadarilah bahwa semua jalan hidupmu telah direncanakan dengan sempurna oleh-Nya, sebaik-baiknya perencana, Sang Maha-Merencanakan. Maka bersyukurlah.

Dan ingatlah bahwa seluruh langkah yang telah kamu tempuh, sedang kamu tempuh, dan yang akan kamu tempuh, sesungguhnya hanya sebuah proses yang teramat panjang lagi teramat singkat. Teramat panjangnya ketika kita sedangkan menjalani langkah tersebut. Teramat singkat apabila kita mengingat betapa fana-nya kehidupan di dunia ini. Dan bahwa sesungguhnya kehidupan hanya sebuah lorong singkat yang akan mengantarkan kita ke kehidupan selanjutnya, ketika nantinya kita akan dimatikan, untuk kemudian dihidupkan kembali.

Maka jalanilah proses ini dengan sebaik mungkin.
Maka jalanilah hidup ini sebagai proses yang menyenangkan dalam mencapai kesempurnaan, yang diiringi rasa syukur.

Saturday, May 2, 2015

I think therefore I feel (?)

Now that I know that I am able to feel like this again
I think I'm ready again..

Now that I know that I really am happy
I think I'm ready again..

Now that I know that I really missed you
I think I'm ready again..

Now that I know you..
I think I'm ready to feel this again
I think I'm ready to fall for you
I think I'm ready to love again

Monday, April 20, 2015

April, 20th.

And it was the twentieth of April. Something special happened. And still, someone special was again the main topic. It was that special someone who answered the question. This strangest feeling was still the biggest question. 

It truly was a feeling of joy. A puzzling, an overwhelming one. Anxiety and fear began to walk out of the party. Optimism was winning the battle. Independence and submission stopped their battle as trust and partnership was entering the frame. Hesitation began to struggle in beating confidence. Elegance was winning completely, leaving awkwardness behind. Tranquility emerged as the champion, completely beating agitation. A new lead actor entered the story. It was hope.

This is the chances that we are taking. This is the decision that we are taking. It's not about the relationship. This is about the trust we are both building, alongside each other, while joining our hands. This is about our hope.

Hope that we can always put a smile on each other. Hope of knowing that no physical touch is needed to feel each other's presence. Hope for a place in this prone, weak storage called heart. Hope to always know that each other's presence and absence both mean something to us.

Neither of us may choose who to love. No one knows how the story of hope will develop. Will we vow to embrace each other in our struggle? Will we vow to always join our hands in all ups and downs? Will there always be a reason to continue? Hope will develop its own story. But we are the ones responsible to nurture hope.

It's been a long time for me to be able to feel this way again. Somehow, you have effectively established yourself responsible for making me smile. And I am your source of tranquility. Let me just open that tightly shut door. The door you were so afraid to re-open it. And let me be that special someone who may finally enter that door.

Never have I felt so confused. Nor have I felt this overwhelmed. Though I was happy at the same time. And this time, this joy completely overwhelms the anxiety.

And as this heart keeps on beating and starts to skip even more beats, another big questions ran into this mind. Can I be that someone who wants the best for you? And are you really the answer of my questions?

Well, let me try. And let's work together in this. As a team. As partners. As us. For us.

Thursday, April 16, 2015

Kerinduan Malam

Sungguh telah lama tak kurasakan perasaan ini
Ratusan jam, ribuan kilometer telah kutempuh sendiri
Mengejar mereka yang berada di depan
Membimbing mereka yang berada di belakang
Mengagumi mereka yang berada di atas
Menopang mereka yang berada di bawah

Hingga akhirnya kini aku pun tahu,
Kini kumiliki seorang di sampingku
Kamu yang senantiasa menggandengku
Kamu yang senantiasa mengusapku
Kamu yang senantiasa menemaniku

Hingga akhirnya kini aku pun tahu,
Kini kumiliki seorang di sampingku
Telah kumiliki tempat untuk mengadu
Telah kumiliki tempat untuk bersendu
Telah kumiliki tempat untuk berpangku

Ketika semua angan akhirnya terbuka
Ketika semua tantangan terasa ringan
Karena kutahu kau kan menemaniku

Inilah kamu yang sejati di sisiku
Inilah aku yang sejati di sisimu
Dan aku tahu, aku akan menemukanmu
Dan kamu tahu, kau akan menemukanku

Setidaknya,
Inilah harapanku.
Ya, betapa aku rindu kamu dan perasaan ini.